Yayasan Mattirodeceng

Pelatihan Standardisasi Guru Metode Tilawati Tingkatkan Kompetensi Tajwid Pengajar di Yayasan Mattirodeceng

Kabupaten Soppeng, 1 Juni 2026 – Yayasan Mattirodeceng menggelar Pelatihan Standardisasi Guru Metode Tilawati yang berlangsung di Aula Yayasan Mattirodeceng, Kabupaten Soppeng, pada Senin (1/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang guru sebagai upaya meningkatkan pemahaman ilmu tajwid serta menyamakan standar pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode Tilawati.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Jamaluddin Suhufi, S.P., S.Pd., M.Pd.I. dan Nur Hayati Agus, S.Pd. Keduanya memberikan materi mengenai kaidah tajwid, teknik mengajar, serta penerapan metode Tilawati yang efektif dalam proses pembelajaran Al-Qur’an.

Ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan standardisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru agar mampu mengajarkan Al-Qur’an dengan bacaan yang benar sesuai kaidah tajwid. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi langkah untuk menyamakan kualitas pengajaran di lingkungan Yayasan Mattirodeceng.

Pelaksanaan pelatihan berlangsung secara interaktif melalui beberapa rangkaian kegiatan. Peserta terlebih dahulu mengikuti ceramah untuk memahami konsep dasar metode Tilawati dan ilmu tajwid. Selanjutnya, sesi tanya jawab dimanfaatkan guru untuk mendiskusikan berbagai kendala yang dihadapi selama mengajar.

Tidak hanya penyampaian teori, peserta juga mengikuti workshop praktik mengajar menggunakan metode Tilawati. Pada sesi ini, para guru mempraktikkan teknik pembelajaran secara langsung dengan bimbingan narasumber sehingga memperoleh masukan terkait metode penyampaian yang efektif.

Sebagai tahap akhir, seluruh peserta menjalani tes tajwid untuk mengukur tingkat pemahaman dan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah yang telah dipelajari selama pelatihan.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Mattirodeceng berharap seluruh guru memiliki kompetensi yang lebih baik dalam mengajarkan Al-Qur’an, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih berkualitas, terstandar, dan mampu melahirkan peserta didik yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil sesuai kaidah tajwid.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Scroll to Top